Pages

Selasa, 11 Oktober 2011

Do u still read d'newspapers in this era of Social Media?

Good Day Dell Agent 2011... *ceiihh aseekk... :D
Ada berita apa hari ini? Is there any significant events in other parts 
of the world that we do not know??
Jadi pengen tau nie.. Dell Agent 2011 baca koran ga sih??
Atau punya jam tertentu untuk baca koran?? Or malah ga pernah sama sekali pegang koran
karena berkembang'ny Social Media??
Well, mau dari mana sumber informasi'ny, yang penting kita msti tetep bisa memilih informasi yang bermanfaat buat diri kita ya Dell Agent 2011... 

Jgn smp kita terjerumus sama berita-berita yg ga benar yaaa!

Dell Agent 2011 tau ga sih sejarah'nya surat kabar??
Kapan pertama kali surat kabar ditemukan??
Tahukah kalian kalo surat kabar itu ternyata uda ada sejak jaman Romawi Kuno,
yaitu tahun 59 sebelum masehi!! Ayo coba, uda berapa juta thn yang lalu ya??
Surat kabar pertama di dunia menurut sejarah jurnalistik adalah Acta Diurna, buletin yang dibuat oleh Julius Caesar dan diukir di atas batu atau besi yang kemudian ditempatkan di tempat-tempat umum


Acta Diurna dapat diartikan sbgai Kegiatan Hari.. Jdi isi dari Acta Diurna sendiri adalah mengenai kegiatan sehari-hari yang ditulis dalam bentuk gulungan, 
selain itu juga berisi keterangan dari istana, 
semacam siaran pers.

Nah klu di Cina, pemerintahan Dinasti Han (200-300 Masehi) mengeluarkan lembaran berita bernama tipao yang diedarkan di dalam pemerintahan. Antara 713 dan 734, Kai Yuan Za Bao dari Dinasti Tang mempublikasikan berita pemerintahan melalui tulisan tangan di atas kain sutra. Itu pun hanya dikonsumsi oleh pejabat pemerintahan.

Baru setelah kertas ditemukan pertama kali oleh Tsai Lun dan penemuan mesin cetak oleh Johan Guttenberg di tahun 1456, surat kabarpun  mulai dicetak.
Pada 1605, Johann Carolus membuat surat kabar The Relation aller Fürnemmen und gedenckwürdigen Historien yang dikenal sebagai surat kabar pertama. The Dutch Courante uyt Italien Duytslandt yang terbit pada 1618 juga dipertimbangkan sebagai surat kabar pertama. 
Surat kabar itu diyakini sebagai surat kabar pertama karena bentuknya menyerupai buku seperti surat kabar yang kita kenal sekarang lhooo Dell Agent 2011...

Sementara itu, Opregte Haarlemsche Courant dari Haarlem yang terbit pada 1656 adalah surat kabar tertua yang terbit secara berkala. Namun, pada 1942 surat kabar tersebut dipaksa bergabung dengan Haarlemse Dagblad oleh Jerman yang saat itu menjajah Haarlem dan berganti nama menjadi Haarlemse DagbladOprechte Haerlemse Courant.
 
Di Inggris, pada 1621 terbitlah surat kabar pertama yang terbilang masih sederhana. Sedangkan yang dianggap benar-benar surat kabar baru terbit pada tahun 1665, yaitu Oxford Gazette karena diterbitkan secara teratur. Beberapa bulan kemudian ketika pemerintahan Inggris pindah ke London, surat kabar tersebut berubah nama menjadi London Gazette. Dan pada 1702, surat kabar harian pertama bernama the Daily Courant terbit.
Pada 1690 di Boston, Benjamin Harris mempublikasikan Publick Occurances Both Forreign and Domestick. Surat kabar ini disebut-sebut sebagai surat kabar pertama di Amerika walaupun hanya terbit satu edisi sebelum disegel oleh pemerintah.
Pada 1704, pemerintah mengizinkan the Boston News-Letter terbit. Surat kabar ini kemudian menjadi surat kabar pertama yang terbit secara teratur. Baru setelah itu surat kabar mingguan mulai terbit di New York dan Philadelphia. Pada saat itu, surat kabar terbit dalam format british dan biasanya terdiri dari empat halaman yang tidak berada pada dua sisi kertas. Surat kabar itu berisikan berita dari Kerajaan Inggris dan isinya bergantung pada pilihan editor. Baru pada 1783, the Pennsylvania Evening Post menjadi surat kabar harian pertama di Amerika.

Perkembangan teknologi percetakan telah mengakibatkan proses percetakan semakin cepat. Surat kabar pun dicetak pada kedua sisi lembaran kertas. Inovasi ini membuat surat kabar menjadi lebih murah dan semakin memasyarakat. Pada 1833, Benjamin Day membuat the New York Sun 
 yg menandai era surat kabar sebagai komunikasi massa, dan karena murahnya harga sebuah surat kabar, era itu disebut dengan the penny press. Surat kabat dijual seharga enam sen dan mudah didapat dari penjaja di pinggir jalan.
Pada akhir abad 19, surat kabar di Amerika mengalami kejayaan karena surat kabar melakukan promosi yang sangat agresif, terlebih setelah Joseph Pulitzer menerbitkan St Louis Post-Dispatch, dan membeli New York Word pada 1883. Pada saat dibeli Pulitzer, New York Word hanya mencetak 20 ribu eksemplar, namun pada 1892 pembacanya berjumlah 374 ribu orang. Kejayaan ini dikenal sebagai masa Newspaper Barons. Pulitzer juga memprakarsai dimuatnya cerita komik secara rutin pada surat kabar Minggu.

Surat kabar Amerika pada akhir abad 19 menjadi bisnis besar karena sirkulasinya yang semakin besar dan banyak persaingan antarpenerbit. Tiap-tiap surat kabar ingin menarik perhatian pembacanya. Berbagai cara dilakukan, di antaranya menulis headline dengan huruf besar dan tebal, serta dengan menulis berita-berita yang sensasional. Saat itu disebut era yellow journalism. Berita pada era itu didasarkan pada sensasi, kriminal, skandal, gosip, perceraian, seks, bencana, dan olah raga.
Tahun 1919 terbit surat kabar New York Daily News yang ukurannya lebih kecil, banyak menggunakan foto, dan menampilkan satu atau dua headline, serta menekankan unsur seks dan sensasi. Perwujudan tabloid semacam ini disebut sebagai jazz journalism. 
New York Daily News headline with Joe Namath photo, 13 January 1969

Saat ini, ada tiga kategori ukuran surat kabar modern, yaitu:
1) Broadsheets (ukuran besar): 600 mm x 380 mm, umumnya surat kabar berukuran besar seperti ini identik dengan surat kabar yang berkesan intelek,
2) Tabloids : setengah ukuran dari broadsheets (380 mm x 300 mm), seringkali dipandang sebagai surat kabar yang berisikan berita sensasional,
3) Berliner atau Midi : 470 mm x 315 mm, digunakan oleh surat kabar Eropa seperti Le Monde La Stampe di Itali, El Pais di Spanyol, dan sejak 12 September 2005 juga digunakan The Guardian di Inggris & Perancis.

Surat kabar biasanya dicetak pada kertas murah yang disebut kertas koran. Sejak 1980-an, industri surat kabar berubah dari percetakan berkualitas rendah ke percetakan dengan kualitas tinggi dengan proses empat warna dan offset printing. Kehadiran komputer, word processing software, graphics software, kamera digital, dan digital prepress and typesetting semakin memajukan percetakan surat kabar. Teknologi tersebut membuat surat kabar mampu mencetak foto dan grafik berwarna dengan layout yang inovatif dan desain yang semakin baik. 


 
Beberapa surat kabar bahkan dicetak dalam kertas berwarna
Contoh'nya the Financial Times yang dicetak pada kertas berwarna merah muda juga surat kabar olahraga mingguan Sheffield, the Green Un dicetak dalam warna hijau sesuai nama'nya.




Dilihat dari perkembangannya, media massa cetak khususnya koran nampak semakin memanjakan mata para konsumen'ny. Coba Dell Agent 2011 bandingkan dengan Acta Diurna?? Bayangkan bagaimana sulitnya masyarakat pada waktu itu mengakses informasi yang ada pada media tersebut. Mungkin, saat itu masyarakat perlu berebut untuk melihat hal baru apa yang terjadi. Tapi kini, surat kabar telah berevolusi menjadi sesuatu yg dapat dengan mudah kita nikmati. Nah itu tdi sejarah mengenai surat kabar atau koran (berasal dari bahasa Belanda ‘Krant’ atau yang lebih menyerupai lafalnya adalah dengan bahasa Perancis yaitu ‘Courant’) Karena berkembang'ny dunia Media sosial (Social Media) sekarang ini, jadi pengin tau kira-kira Dell Agent 2011 masih suka baca koran ga ya? Secara SocMed kan media online, dimana para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, sosial network or jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast kayak koran misal'nya, maka media sosial menggunakan internet. Saat teknologi internet dan mobile phone makin maju maka media sosial pun ikut tumbuh dengan pesat. Demikian cepatnya orang bisa mengakses media sosial ini mengakibatkan terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi, ga hanya di negara-negara maju, tapi di negara kita sendiri juga.. Karena kecepatannya itulah, media sosial juga mulai tampak menggantikan peranan media massa konvensional dalam menyebarkan berita-berita. 
Nah, sekarang kita intip yuukk komentar dari pada Dell Agent 2011 mengenai fenomena ini..
Kira-kira masih ada ga ya yang baca koran??
Atau ada yang ga tau nie sejarah'nya surat kabar di dunia? 


Kalo menurut Cynda Adissa Lianita, cewek kelahiran Jakarta, 24 Maret 1994 ini mengaku uda ga pernah lagi baca koran. Semenjak era SocMed, Cynda jadi lebih sering menggunakan handphone'ny untuk mengakses informasi-informasi. Cewek yang kuliah di IPB ini sering membuka kompas.com juga detik.com untuk mengetahui hal-hal apa aja yang sedang terjadi. Dalam satu hari, Cynda bisa browsing minimal tiga kali.. *kayak minum obat aja ya?? hehehe



 Kalo pengakuan dari Bell Ricardo, Dell Agent 2011 dari Bandung, dia juga uda jarang banget baca koran... Lebih sering menggunakan handphone dan juga laptop'nya untuk mengaskes semua informasi.
Menurut cowok yang kuliah di ITENAS Bandung ini, mengakses informasi dari koran tuh kurang efektif jika dibandingkan dengan dari internet yang lebih cepat dan uptodate. Selain itu, juga bisa meminimalisasikan sampah karena tumpukan koran. 
Menurut Bell, sejarah surat kabar itu pertama'nya dari negara Inggris! Benar ga ya?? hehehe...

Beda lagi dengan Reiza Maulana, Dell Agent 2011 dari Jakarta ini masih suka baca koran meskipun yang dia baca adalah tabloid tentang olahraga sepak bola! Cowok yang kuliah di Universitas Gunadarma ini lebih sering menggunakan komputer'nya untuk mengakses informasi. Dan tiap hari, antara tiga sampai lima kali, Reiza pasti akan menyempatkan untuk membuka komputer...





Ternyata uda jarang banget ya yang membaca surat kabar alias koran di jaman sekarang ini... Luas'nya jaringan internet dan ditambah lagi dengan ada'nya beberapa stasiun televisi yang memang mengkhususkan diri'nya sebagai Televisi Berita membuat surat kabar semakin ditinggalkan. 
Tapi pertanyaan'nya sekarang adalah "Apakah surat kabar akan mati ?"
Bahkan meski sirkulasi surat kabar menurun, seperti terjadi belakangan ini, perusahaan surat kabar akan tetap bertahan. Surat kabar yang bisa dibaca kapan saja dan bisa disimpan (untuk arsip) adalah salah satu dari sekian banyak nilai lebih yang dimiliki'nya, yang tidak dimiliki oleh media lain.
Jadi meskipun di jaman sekarang ataupun nanti Social media semakin meluas..
Newspapers will never die... :) 

2 komentar: